![]() | ||||
| Bupati Simalungun, JR Saragih |
TRIBUN-MEDAN.com, SIMALUNGUN - Bupati Simalungun Sumatra Utara JR Saragih didampingi Anggota DPRD, Asisten dan beberapa pimpinan SKPD dijajaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Simalungun meninjau bencana alam angin puting beliung yang terjadi di Nagori Margomulyo, Silulu dan Dolok Malela Kecamatan Gunung Malela, Senin (14/09/2015) malam.
Kehadiran JR Saragih dan rombongan di kecamatan tersebut disambut oleh Camat Gunung Malela Rindo P Purba bersama pengulu (kepala desa) dari tiga nagori. Lokasi yang pertama ditinjau oleh Bupati di Nagori Margomulyo yakni di rumah salah satu warga yang rusak akibat tertimpa pohon kelapa yang tumbang di terjang angin puting beliung.
Menurut pangulu Margomulyo, Suwedi, akibat bencana alam angin puting beliung dibarengi dengan hujan deras yang melanda nagorinya sekitar pukul 14:00 wib sedikitnya 7 unit rumah warganya rusak. Kerusakan tersebut akibat tertimpa pohon yang tumbang diterjang angin dan sebagaian atapnya terbang terbawa angin.
“Dalam bencana ini tidak ada korban jiwa, hanya rumah penduduk yang rusak dan untuk sementara bagi warga yang rumahnya rusak mengungsi di rumah keluarga yang kebetulan letaknya tidak jauh. Sementara harta benda yang masih dapat digunakan diungsikan juga dirumah keluarga mereka. Kerugian ditaksir mencapai ratusan juta,” ujar Suwandi
Usai mengunjungi warga di nagori Margomulyo, Bupati dan rombongan menuju Nagori Silulu. Di Nagori Silulu rumah warga yang rusak diperkirakan 19 unit dan diantaranya rusak berat. Seperti rumah Wawan Saragih hampir seluruhnya atap rumahnya terbang diterpa angin sehingga rumah tersebut nyaris tak beratap.
Menurut Umi Kalsum (istri Wawan), terjadinya angin puting beliung disertai hujan deras terkesan tiba-tiba, bahkan dirinya sampai mengalami syok melihat rumahnya yang baru selesai dibangun rusak berat. “Saya sampai syok melihat rumah saya, baru selesai dibangun kok rusak lagi,” ujarnya berurai air mata
Camat Gunung Malela Riando P Purba mengatakan, dalam membantu masyarakat yang terkena musibah pihaknya bersama warga dibantu anggota TNI membersihkan sekaligus menyingkirkan pohon-pohon yang tumbang, baik yang menimpa rumah warga maupun yang menghalang jalan, termasuk tiang listrik yang tumbang sedikitnya ada 8 tiang akibatnya arus listrik terputus.
“Ada sekitar 30 unit rumah warga yang rusak akibat bencana ini di tiga nagori. Di Nagori Margomulyo ada 7 unit rumah, di nagori Silulu ada 19 unit rumah dan di Nagori Dolok Malela ada 4 rumah dan tidak ada korban jiwa,” ujar Riando.
Dalam kunjungannya tersebut JR Saragih mengatakan bahwa jika dihitung kerugian masyarakat secara sepintas diperkirakan mencapai Rp. 500 juta lebih. “Kami masih berterima kasih karena masyarakat tidak ada yang korban jiwa, namun hanya rumahnya tidak bisa ditempati sehingga mereka tinggal sementara dirumah keluarga,” katanya.
Menanggapi upaya Pemkab Simalungun dalam membantu warga yang rumahnya rusak, Bupati mengatakan bahwa pemerintah bersama TNI akan segera membantu memperbaiki rumah warga yang rusak. Bupati juga mengatakan bahwa Pemkab Simalungun telah menghubungi pihak PLN untuk segera mengambil langkah-langkah dalam memperbaiki sarana PLN yang rusak untuk perbaikan.
(cr7/tribun-medan.com)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar